Category: Uncategorized

  • Hari Kedua Operasi di Purwakarta, Satgas Gabungan Lanjutkan Sosialisasi Anti – Premanisme di Kawasan Industri

    Memasuki hari kedua Operasi Pemberantasan Premanisme di Purwakarta, Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Polda Jabar dan Polres Purwakarta, bersama unsur TNI, dan instansi daerah, menunjukkan komitmen kuat mereka dalam pendekatan holistik. Berbeda dari hari sebelumnya, Apel Kesiapan hari ini dilaksanakan secara simbolis di halaman Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/11/2025)

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Pemilihan lokasi ini menegaskan fokus ganda operasi, penindakan premanisme diiringi dengan solusi sosial dan pencegahan, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat dalam memberikan kesempatan kedua bagi para pelaku.

    Setelah apel yang dipimpin oleh perwakilan Polres dan Dinsos, tim gabungan yang didominasi oleh personel Binmas bergerak cepat melanjutkan agenda utama sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Target sosialisasi hari kedua ini adalah area-area strategis yang memiliki mobilitas tinggi dan potensi kerawanan, yaitu di sekitar Jl. Taman Pahlawan dan Jl. Industri Kecamatan Babakan Cikao. Lokasi terakhir dipilih secara khusus mengingat banyaknya aktivitas ekonomi dan kawasan pabrik di sana, yang sering menjadi target praktik pungutan liar dan pemaksaan jasa keamanan.

    Di sepanjang kawasan industri Babakan Cikao, personel Satgas, termasuk perwakilan Dinsos, memberikan edukasi mendalam kepada buruh, karyawan, dan pemilik warung di sekitar pabrik. Mereka menjelaskan ciri-ciri praktik premanisme dan pentingnya segera melapor tanpa rasa takut. Kehadiran perwakilan Dinsos secara langsung juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program-program pelatihan kerja dan bantuan sosial yang tersedia. Hal ini memperkuat pesan bahwa upaya pemberantasan premanisme disertai dengan jalan keluar konkret bagi mereka yang ingin kembali ke jalur legal.

    “Kegiatan sosialisasi dan patroli dialogis di hari kedua ini memiliki dampak besar dalam mengurangi keresahan warga. Banyak masyarakat yang secara terbuka menyambut baik kehadiran aparat dan menyampaikan apresiasi atas upaya pemberantasan premanisme yang kini terasa lebih intensif dan terorganisir. Pola kerja sama antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah, terutama Dinsos, menjadi model efektif dalam penanganan masalah sosial dan kriminalitas yang saling terkait.” ujar Kombes Hendra.

    Dengan tuntasnya operasi selama dua hari ini, Polres Purwakarta menegaskan bahwa kegiatan pencegahan akan terus dilanjutkan oleh Polsek setempat. Komunikasi yang sudah terjalin baik dengan masyarakat harus dipertahankan. Diharapkan, dengan meningkatnya kesadaran kolektif warga dan jaminan ketersediaan solusi lapangan pekerjaan dari Dinsos, Purwakarta dapat menjadi wilayah yang benar-benar bebas dari intimidasi premanisme, mendukung iklim investasi dan kenyamanan sosial yang berkelanjutan.

    Bandung 13 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polri Topping Off SMA Kemala Taruna Bhayangkara: Awal Era Baru Pendidikan Berkarakter dan Berintegritas

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan harapan besar agar seluruh fasilitas SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) dapat diselesaikan tepat waktu sehingga sekolah dapat beroperasi penuh pada Mei 2026. Ia menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk menghadirkan layanan pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa sebagai bagian dari percepatan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

    Wakapolri turut mengungkapkan kebanggaannya bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara telah memiliki 120 siswa angkatan pertama, seluruhnya terpilih melalui proses seleksi ketat yang diikuti oleh 11.000 pendaftar. Besarnya animo tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini. Tahun ini, Wakapolri menargetkan peningkatan animo hingga 15.000 pendaftar, agar siswa yang diterima benar-benar merupakan bibit terbaik bagi masa depan bangsa.

    Polri kemudian menggelar Open Ceremony SMA KTB sebagai simbol dimulainya era baru pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah faktor penentu kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa sumber daya alam yang melimpah tidak berarti tanpa manusia yang unggul, dan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu membawa negara melakukan lompatan besar menuju kemajuan. Ia juga mencontohkan Singapura yang berhasil menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

    Sebagai perbandingan global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa asing di universitas-universitas elite dunia. Tiongkok mengirim hampir 134.000 mahasiswa, India 90.000, Vietnam 30.000, sementara Indonesia masih di bawah 10.000. Menurutnya, data ini menunjukkan pentingnya mempercepat pembangunan sekolah-sekolah unggulan sebagaimana menjadi prioritas dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

    “Sebagai sekolah unggulan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum International ?Baccalaureate (IB) yang diakui secara global. Melalui kurikulum ini, siswa dibekali standar pembelajaran berkelas dunia dengan penekanan pada karakter, kemampuan analisis kritis, kreativitas, serta kompetensi abad ke-21. Kurikulum ini juga selaras dengan fokus pembentukan 12 karakter kebhayangkaraan yang menjadi fondasi moral sekolah dalam mencetak generasi unggul.” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

    Open Ceremony SMA KTB turut ditandai dengan topping off gedung Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama. Seluruh kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolri sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung percepatan pembangunan SDM unggul.

    Antusiasme masyarakat kembali terlihat tahun ini. Berdasarkan dashboard pendaftaran per 12 November 2025, terdapat 722 calon peserta didik, dengan nilai rata-rata akademik Matematika 88,5, IPA 88,8, Bahasa Inggris 89,3, serta rata-rata IQ 130. Para pendaftar berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Sumatra (161), Jawa (368), Bali (21), Kalimantan (71), Sulawesi (91), hingga Papua (15). Tingginya minat ini menguatkan posisi SMA KTB sebagai sekolah unggulan yang mengedepankan pembentukan karakter, integritas, dan kompetensi akademik.

    Wakapolri menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang akan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak, unggul, dan berdaya saing global. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan sekolah tersebut, serta keyakinannya bahwa SMA KTB akan menjadi model pendidikan berkarakter yang siap melahirkan generasi penggerak Indonesia Emas 2045.

    Dari sisi pembangunan fisik, progres SMA KTB hingga 10 November 2025 telah mencapai 18,796 persen, melampaui target 18,047 persen, meskipun menghadapi hambatan pasokan material dan cuaca. Dengan progres tersebut, Wakapolri optimistis seluruh fasilitas dapat diselesaikan tepat waktu untuk mendukung operasional penuh pada Mei 2026.

    Bandung 13 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Wakapolri, Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

    Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11).

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.

    Dalam prosesi tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Utama Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, serta tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.

    Pembangunan rumah ibadah ini meliputi empat tempat ibadah, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m², serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m². Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.

    Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda, yang berdiri di atas lahan seluas 4.854 m² dengan bangunan 1.761 m² dan kapasitas hingga 976 jamaah.

    “Melalui pembangunan berbagai rumah ibadah di satu kawasan pendidikan, kita ingin menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Keberagaman harus menjadi kekuatan bangsa,” tegas Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.

    Kegiatan yang dihadiri sekitar 180 undangan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim serta warga sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas kemajuan pembangunan sekolah.

    Melalui kegiatan ini, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan komitmen untuk membangun lembaga pendidikan unggulan yang berkarakter Bhayangkara, menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan kemanusiaan di tengah keberagaman bangsa.

    Bandung, 13 November 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.

  • Wakapolri Resmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

    Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Secara resmi meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

    Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.

    Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.

    “Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

    Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai – nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

    Bandung, 13 November 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polda Jabar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Lingkar Timur Kuningan (lanjutan) Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2017. Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat itu memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp29,47 miliar, dengan nilai kontrak mencapai Rp27,3 miliar.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Mulyagiri berdasarkan surat perjanjian dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial A.K. Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut dialihkan sepenuhnya kepada B.G, sebagaimana tertuang dalam surat kesepakatan bersama antara M.R.F (alm), Direktur Utama PT Mulyagiri, dengan B.G yang didaftarkan di hadapan notaris. A.K yang saat itu menjabat sebagai PPK mengetahui pengalihan pekerjaan tersebut, namun tidak melakukan tindakan maupun peneguran.

    “Pekerjaan proyek selesai pada 15 Desember 2017 dan telah dilakukan serah terima pekerjaan serta pembayaran penuh 100 persen. Namun, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat pada Mei 2018 menemukan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp895,9 juta. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.” ujar Kombes Hendra, Rabu (12/11/2025)

    Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol. Dr. Wirdhanto Hadicaksono S.H., S.I.K., M.Si mengatakan bahwa Polda Jabar menggandeng tim ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) untuk melakukan pemeriksaan fisik pekerjaan di lapangan pada Juni 2020. Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan pada beberapa item, termasuk pekerjaan perkerasan berbutir dan lapisan pondasi agregat semen kelas A (Cement Treated Base). Berdasarkan hasil perhitungan dari BPKP Perwakilan Jawa Barat, negara mengalami kerugian sebesar Rp1,23 miliar.

    Setelah hasil pemeriksaan fisik tersebut keluar, pihak PT Mulyagiri mengembalikan dana sebesar Rp895,9 juta sesuai temuan awal BPK. Dengan adanya pengembalian tersebut, BPKP menetapkan sisa kerugian keuangan negara sebesar Rp340,1 juta.

    Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 37 saksi untuk berkas perkara tersangka B.G dan 36 saksi untuk berkas tersangka A.K, serta enam orang saksi ahli. Barang bukti yang disita di antaranya uang tunai sebesar Rp250 juta, dokumen perencanaan dan pelelangan proyek, dokumen kontrak kerja, dokumen pembayaran, serta laporan hasil pemeriksaan dari BPK, Polban dan BPKP.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan bahwa penetapan dua tersangka ini merupakan hasil kerja panjang penyidik Ditreskrimsus dalam mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan infrastruktur tersebut. “Polda Jabar berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum, khususnya yang merugikan keuangan negara. Saat ini berkas perkara kedua tersangka telah dipisah dan sedang dalam proses pelengkapan untuk diserahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Para tersangka terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun serta denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

    Kombes Pol Hendra menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional. “Penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain dan memastikan seluruh kerugian negara dapat dipulihkan. Penegakan hukum ini juga menjadi peringatan agar seluruh penyelenggara negara bekerja sesuai aturan,” tegasnya.

    Kasus ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polda Jabar dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi dan memastikan pembangunan infrastruktur di daerah berjalan secara bersih dan akuntabel.

    Bandung 12 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polresta Bogor Kota Gencar Razia Miras, Wujud Komitmen Jaga Kamtibmas Aman dan Nyaman

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota Polda Jabar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaksanakan razia minuman keras (miras) secara rutin setiap hari. Tanpa mengenal lelah, petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi peredaran miras ilegal di wilayah Kota Bogor.

    Razia ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah timbulnya gangguan kamtibmas yang kerap dipicu oleh konsumsi miras, seperti tawuran, kekerasan, dan tindak kriminal lainnya.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan razia miras akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat.

    “Peredaran minuman keras ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan sosial. Kami akan terus melakukan penindakan agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi,” ujar Kapolresta.

    Dengan upaya berkelanjutan ini, Polresta Bogor Kota berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk turut menjaga ketertiban serta melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran miras di lingkungan sekitar.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Tertibkan Parkir Kendaraan di Jl. Kantor Batu Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas

    KOTA BOGOR – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Polda Jabar kembali melaksanakan penertiban terhadap kendaraan yang berhenti dan parkir di sepanjang Jalan Kantor Batu, Kota Bogor.

    Lokasi tersebut kerap dipadati kendaraan jemputan pelajar serta bus pariwisata yang menunggu rombongan karya wisata menuju sejumlah museum di sekitar kawasan tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.

    Meskipun kegiatan berlangsung di bawah guyuran hujan, petugas tetap melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi. Secara humanis, personel Satlantas memberikan imbauan kepada para pengendara agar memindahkan kendaraannya dan tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat menunggu.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galuh Tri Prasetyo, S.I.K. menyampaikan bahwa langkah penertiban ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk dan di kawasan wisata yang ramai pengunjung.
    “Penertiban kami lakukan secara persuasif dan humanis. Tujuannya bukan semata menindak, tetapi mengedukasi agar masyarakat memahami pentingnya tertib parkir demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar Kompol Galuh.

    Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap seluruh pengguna jalan dapat lebih disiplin serta turut berperan dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman di Kota Bogor.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota dan Dishub Tertibkan Parkir di Depan RS Hermina, Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas

    KOTA BOGOR – Tim gabungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor turun langsung menertibkan parkir liar di badan jalan depan Rumah Sakit Hermina, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor.

    Penertiban ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan, terutama di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat seperti area rumah sakit.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi kepada para juru parkir agar tidak memanfaatkan badan jalan sebagai area parkir kendaraan, serta mengingatkan pentingnya menjaga kelancaran arus lalu lintas demi kenyamanan bersama.

    Selain memberikan imbauan, petugas juga berkoordinasi dengan pihak pengelola parkir RS Hermina guna memastikan sistem parkir dan tiket berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang datang untuk berobat maupun berkunjung dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galuh Tri Prasetyo, S.I.K. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah sinergis antara Polri dan pemerintah daerah dalam menata lalu lintas di kawasan padat aktivitas.
    “Penertiban parkir ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga keselamatan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas tanpa terganggu kemacetan akibat parkir liar,” ujar Kompol Galuh.

    Dengan langkah kolaboratif ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan parkir semakin meningkat demi terciptanya Kota Bogor yang aman, tertib, dan nyaman.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Tegur Pengendara Lawan Arus, Wujud Kepedulian demi Keselamatan Bersama

    KOTA BOGOR – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Polda Jabar terus melakukan penertiban terhadap pengendara yang melawan arus di sejumlah titik rawan pelanggaran, seperti di Jalan Suryakencana dan Jalan Siliwangi, Kota Bogor.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan teguran dan edukasi kepada para pengendara agar kembali ke jalur yang benar. Upaya ini dilakukan bukan semata-mata untuk menindak, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galuh Tri Prasetyo, S.I.K. mengatakan bahwa pelanggaran melawan arus menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
    “Menegur bukan berarti marah, tapi peduli. Kami ingin masyarakat sadar bahwa tertib di jalan adalah bagian dari disiplin dan tanggung jawab bersama demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

    Dengan kegiatan edukatif ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat semakin meningkat, sehingga tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan berbudaya di Kota Bogor.

  • Bripka Satria Wujudkan Impian Anak Seniman Jalanan, Tunjukkan Sisi Humanis Polisi

    KOTA BOGOR – Sikap humanis kembali ditunjukkan oleh anggota Polresta Bogor Kota, Bripka Satria, saat dirinya memenuhi permintaan seorang seniman jalanan, Mang Ojak Batman (@mang_ojak_batman), agar sang anak dapat merasakan naik motor dinas polisi.

    Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat. Meski awalnya sang anak tampak takut, Bripka Satria dengan sabar menenangkannya dan bahkan memberikan hadiah berupa mainan kecil, membuat senyum ceria kembali terpancar di wajah sang bocah.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi tindakan anggotanya tersebut yang telah menunjukkan empati dan kepedulian kepada masyarakat.
    “Hal-hal kecil seperti ini menunjukkan bahwa di balik seragam dan tugas yang berat, anggota Polri juga memiliki hati yang tulus untuk berbagi kebahagiaan,” ujar Kapolresta.

    Melalui tindakan sederhana ini, Polresta Bogor Kota berharap semakin tumbuh rasa kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat, serta menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga membawa senyum dan kebaikan bagi sesama.